• Dewa Arya Putra

Kousai Zero Nichikon, Ta’arufnya Orang Jepang

Kousai Zero Nichikon (交際ゼロ日婚), secara harfiah diartikan kencan nol pada hari pernikahan. Simplenya sih Ta’aruf kalau di budaya Islam dan Indonesia ya. Dengan kata lain tidak perlu pacaran terlebih dahulu dan langsung menikah. Ternyata orang Jepang ada yang menganut paham seperti ini ya. Gak habis thinking…

Pernikahan Tradisional Jepang (sc: Alice N/Flickr)

Baca Juga: 4 Tipe Dere Yang Sering Muncul Di Karya Pop Culture Jepang


Beberapa orang Jepang beranggapan harus melalui fase pacaran terlebih dahulu paling tidak selama beberapa bulan baru melanjutkan ke pernikahan. Orang yang melalui fase pacaran ini beranggapan bahwa pacaran adalah fase dimana kita saling mengenal satu sama lain. Mengenali kekurangan dan kelebihan pasangannya.

Pernikahan Orang Jepang Gaya Barat (sc: hakushuuuus/Flickr)

Baca Juga: Omiai, Tradisi Perjodohan Masyarakat Jepang


Tetapi ada juga orang Jepang yang menganut paham seperti Ta’aruf ini. Mereka beranggapan pacaran adalah sebuah kegiatan yang menghabiskan waktu dan uang saja. Maka lebih baik langsung menuju ke pernikahan saja, dan fase pacarannya dilakukan pada masa pernikahan tersebut. Kalau di Islam kan agar terhindar dari zina, maka ada konsep atau pemahaman Ta’aruf. Sedangkan di Jepang agar tidak menghabiskan uang dan waktu, dibuatlah konsep/paham Kousai Zero Nichikon ini.

Resepsi Pernikahan Orang Jepang (sc: Denison Kusano/Flickr)

Baca Juga: Cha No Yu, Tradisi Upacara Minum Teh Di Jepang


Banyak orang mengatakan bahwa lamanya pacaran tidak menentukan hubungan itu maju ke pelaminan. Bahkan orang Jepang pun berpendapat demikian juga. Jadi, bagaimana menurut kalian apakah harus pacaran dulu untuk menikah atau tidak perlu acara pacar-pacaran dan langsung menikah?

(by: Dewa Arya - Tsubomi House TLC)

Check our Instagram