• Dewa Arya Putra

Wakakusa Yamayaki, Festival Pembakaran Gunung Yang Unik

Di negara lain, menyalakan rokok ataupun menyalakan perapian yang terlalu besar di gunung atau bukit sebenarnya dilarang keras. Karena bisa memicu kebakaran tumbuhan maupun lingkungan yang ada disekitarnya. Tetapi beda dengan festival yang satu ini, yaitu festival Wakakusa Yamayaki.

Wakakusa Yamayaki (sc: MatsuriTracker/Flickr)

Sesuai dengan namanya, Wakakusa Yamayaki (若草山焼き) yang berarti membakar Gunung Wakakusa yang terletak di Prefektur Nara. Sebenarnya tidak bisa disebut gunung juga karena tidak terlalu tinggi, sekitar 342 meter. Festival ini biasanya diadakan sekitar akhir bulan Januari. Kabarnya festival ini sudah berlangsung tiap tahunnya selama kurang lebih 200 tahunan.

Wakakusa Yamayaki (sc: MatsuriTracker/Flickr)

Baca Juga: Chuunibyou, “Penyakitnya” Anak Kelas 2 SMP Jepang


Tidak ada orang yang mengetahui alasan dan kapan festival tersebut muncul secara pasti. Ada teori yang mengatakan bahwa pembakaran tersebut dimulai sebagai peringatan batas antara 2 kuil terbesar yang ada pada abad ke-18 yaitu Toudai-ji dan Koufuku-ji. Teori lain mengatakan pembakaran tersebut berguna untuk membasmi hama dan mengusir babi hutan.

Para panitia festival Wakakusa Yamayaki (sc: Alex Usov/Flickr)

Pada pagi hari festival Wakakusa Yamayaki, diadakan kompetisi melempar kerupuk beras yang berukuran besar. Main Event festival ini dimulai sekitar pukul 4 sore. Prosesi dimulai dengan berjalan dari daerah Tobino di Kasuga Taisha menuju Gunung Wakakusa dan berakhir di Kuil Mizuya. Setelah itu ada pertunjukan kembang api selama 15 menit. Kemudian sekitar pukul setengah lima, api unggun berukuran besar dinyalakan bersamaan dengan rumput yang ada di bukit Wakakusa. Waktu yang dibutuhkan tergantung dengan keadaan rumput pada saat itu. Jika keadaan rumput basah maka akan lebih lama, tetapi sebaliknya jika keadaan rumput kering maka api akan cepat membakar rumput-rumput tersebut. Agar api tidak melahap rumah-rumah maupun lingkungan lainnya, mereka menyediakan pemadam kebakaran dan beberapa sukarelawan.

Street Food saat festival Wakakusa Yamayaki (sc: MatsuriTracker/Flickr)

Baca Juga: Kodo, Upacara Tradisional Menghirup Wangi Dupa Di Jepang


Rasanya cukup janggal sih kalau ada festival yang merusak lingkungan seperti Wakakusa Yamakaki. Karena terlalu berlawanan dengan aturan yang sudah ada mengenai kebakaran, Festival Wakakusa Yamayaki ini sampai-sampai disebut sebagai festival yang paling tidak ramah lingkungan di dunia. Akan tetapi festival yang unik ini memiliki kesan tersendiri bagi para penontonnya terutama dari negara asing.

(by: Dewa Arya - Tsubomi House TLC)

Check our Instagram

Jangan Lewatkan Penawaran Menarik Dari Kami.

Berlangganan Newsletter Sekarang Juga.

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
© 2021 by Tsubomi House

Our Office:

Ruko Puri Gunung Anyar Regency Blok R-7

Jalan Graha Gunung Anyar Tambak No. 37,

Gunung Anyar Tambak, Surabaya 60294
Office: 0812-3836-4722

Courses: 0878-7583-8289

Email. info@tsubomihouse.com