• Dewa Arya Putra

Umbrella, Bukan alat pelindung diri dari hujan?

Kata umbrella dalam bahasa inggris, selalu identik sebagai alat yang digunakan untuk melindungi diri dari hujan. Tetapi, fakta menunjukkan bahwa 4000 tahun yang lau kata ‘umbrella’ bukan merujuk sebagai alat pelindung diri dari hujan. Kata ‘umbrella’ berasal dari bahasa latin ‘umbra’, dan bahasa Italia ‘ombra’ yang bermakna tempat berteduh dari sinar matahari yang kuat atau penyebutan lainnya adalah ‘parasol’. Perjalanan ‘umbrella’ untuk diakui sebagai alat berlindung dari hujan pun cukup memiliki sejarah panjang.

Payung Yang Terbuat Dari Kertas (sc: Rutger van der Maar/Flickr)

Baca Juga: Ningyou Joruri, “Wayang Golek” Tradisional Jepang


Umbrella’ pertama kali digunakan di negara dengan panas matahari yang kuat seperti Mesir, Yunani dan China. Saat itu, umbrella terbuat dari dedaunan pohon dan cabang daun pohon palem. Seiring waktu berlalu, umbrella mulai dibuat dari kain-kain perca pakaian dan kulit hewan. Hal ini dilakukan untuk menahan panas matahari lebih kuat. Umbrella yang terbuat dari kulit hewan menjadi produk yang cukup mahal karena proses pencarian bahan yang tidak mudah. Hingga pada akhirnya, pengrajin umbrella mengakali bahan pembuatannya dengan menggunakan kain yang tahan air. Hal ini bisa memakan biaya produksi, dan tetap memberikan kesan mewah pada umbrella.

Colorful Umbrellas (sc: Berend Stettler/Flickr)

Baca Juga: Kabuki, Pertunjukan Teater Jepang Klasik


Umbrella’ sebelum dibuat dari bahan tahan air, awalnya hanya digunakan oleh para wanita dan pria yang mengikuti paham “Feminisme”. Hal ini dikarenakan umbrella memberi kesan feminin bagi pemakainya. Umbrella masuk ke Eropa melalui Yunani dan Italia pada tahun 1600an. Tahun 1790, umbrella tahan air sudah menjadi hal yang biasa dilihat di jalanan khususnya pada musim hujan. Tetapi kesan feminin masih kuat melekat pada umbrella itu sendiri. Hal ini baru bisa dipatahkan ketika ada pelancong lelaki dari Persia datang dan menggunakan umbrella di sepanjang perjalanannya di Eropa. Selain itu, ada penulis bernama Jonas Hanway yang turut menggunakan umbrella ketika musim hujan di Eropa. Atas kejadian itu, banyak lelaki mulai menggunakan umbrella tanpa takut akan kesan feminin sebelumnya. Hal itu juga didukung oleh desain umbrella yang dibuat lebih beragam dan lebih kuat menghadapi hujan.

Penggunaan umbrella yang popular ketika musim hujan ini membuat umbrella mulai diartikan sebagai alat pelindung dari hujan, atau dalam bahasa indonesia disebut ‘payung’.

(by: Vidya Surya Indah - Tsubomi House TLC)

Check our Instagram