top of page

Menyambut Sang Raja Monyet di Hong Kong

(齊天大聖千秋 (Qí tiān dàshèng qiānqiū - ulang tahun Raja Monyet) adalah festival yang dilaksanakan setiap tanggal 16 bulan ke-8 berdasarkan penanggalan imlek. Apabila diubah menjadi kalender masehi, berarti festival atau perayaan ulang tahun Sun Wukong dilaksanakan sekitar bulan September. Festival ini utamanya dirayakan di Sau Mau Ping, Kowloon, Hong Kong.

Festival ini diadakan berdasarkan novel yang ditulis oleh Wu Cheng’en pada zaman Dinasti Ming (1368-1644) dengan judul 西遊記 (Xiyou Ji, Perjalanan Menuju Barat, “Journey to the West”). Novel ini mengandung konsep keabadian dari ajaran Tao, serta konsep reinkarnasi ajaran Budha. Dalam novel ini, Sun Wukong, yang menjadi figur utama dalam festival, merupakan karakter utamanya.

Dalam novel, dikisahkan bahwa Sun Wukong memiliki kekuatan di luar batas monyet-monyet lainnya, sehingga ia mendapat gelar Raja Monyet. Mengetahui dirinya memiliki kekuatan yang lebih, Sun Wukong mengejar keabadian, sehingga ia mendatangi seorang pertapa abadi untuk belajar berbagai ilmu. Diantaranya, dapat berbicara dan berperilaku seperti layaknya manusia, mengubah wujud, mengendarai awan, dll. Mengetahui dirinya dapat menggunakan berbagai macam kekuatan, Sun Wukong sangat bangga pada dirinya sendiri, sehingga ia memamerkan kekuatannya kepada orang lain. Mengetahui hal tersebut, Sang Pertapa mengusir Sun Wukong dari tempatnya dan melarang keras Sun Wukong untuk mengatakan asal kekuatannya. Apabila Sun Wukong melanggar, Sang Pertapa akan tahu lalu membunuh Sun Wukong dengan cara yang keji.



Singkat cerita, karena kesombongan dan keonaran Sun Wukong, Sang Budha (Gautama) menghukum Sun Wukong sendiri dengan cara memenjarakannya di bawah gunung selama 5 abad. Akan tetapi, Bodhisatwa Guanyin yang sedang melihat Sun Wukong menawarkan kebebasan kepada dirinya. Sebagai gantinya, Bodhisatwa Guanyin memerintahkan Sun Wukong untuk Sun Wukong akan menjaga seorang biksu bernama Tang Sanzang (berdasarkan nama pertama Budha asli Xuanzang) dalam perjalanannya menuju barat. Di akhir cerita, Sun Wukong berhasil mencapai “pencerahan” dan menjadi salah satu Budha karena telah berhasil menjaga Tang Sanzang beserta Sutra-Sutra yang dibawa kembali ke timur.

Cerita Sun Wukong sangat terkenal dan disukai oleh banyak orang, sehingga hari kelahiran Sun Wukong dijadikan festival, terutama karena dalam kisahnya, Sun Wukong menjadi salah satu Budha. Akan tetapi, alasan utama mengapa Sun Wukong banyak disukai orang meskipun (pada awalnya) Sun Wukong memiliki sikap yang buruk adalah karena ia merupakan simbol perlawanan dan “menertawakan” pemerintah yang sewenang-wenang, sehingga orang-orang kecil tidak akan merasa tidak bisa apa-apa ketika ditindas.



Di Sau Mau Ping, Hong Kong, festival kelahiran Sun Wukong dirayakan dengan cara menghadirkan Sun Wukong ke dunia. Paham? Yes, maksudnya adalah menggunakan beberapa orang terpilih sebagai medium agar ‘dimasuki’ Sang Raja Monyet. Beberapa orang tersebut kemudian melakukan beberapa atraksi ekstrim seperti berjalan di atas bara yang terbakar, memanjat tangga pisau, menggigit cawan porselin dan memotong-motong lidah menggunakan pecahannya, serta membasuh anggota tubuh mereka menggunakan minyak mendidik. Mirip seperti debus di Indonesia. Mungkin, bagi para pembaca festival ini lebih terdengar seperti ‘siksaan’ daripada ‘selebrasi’. Akan tetapi, festival ini sebetulnya dilakukan untuk mengingatkan kepada masyarakat bahwa untuk mencapai “penyempurnaan” dan masuk nirwana, harus melalui penderitaan dulu. Hal ini juga yang dilalui oleh Sun Wukong sebelum ia menjadi Budha.


Setelah membaca artikel di atas, apakah kalian tertarik dengan cerita Sun Wukong? Untuk membaca cerita lengkap Sun Wukong, kalian dapat membaca novel Xiyou Ji yang ditulis oleh Wu Cheng’en. Kedepannya, mungkin ada diantara pembaca yang tertarik untuk menjadikan novel Xiyou Ji sebagai bahan penelitian, terutama dalam bahasa Mandarin sebagai kajian filologi. Untuk itu, tidak ada salahnya kalian untuk memeriksa biaya kursus bahasa Mandarin di sini.


Catatan edtior: Biasanya kami akan mencantumkan gambar yang memuat tentang aktivitas kebudayaan di masing-masing artikel. Akan tetapi, karena kegiatan ini dapat mengganggu beberapa orang, kami sepakat untuk tidak menampilkannya. Apabila ingin tahu lebih lanjut, dapat dicari di kanal YouTube dengan keyword "Wukong Festival Old School".


Penulis: Daffa Ramadhan


Comments


Check our Instagram

bottom of page