• Dewa Arya Putra

Bonsai, Tanaman Hias Yang Berbentuk Kerdil


(sc: Christopher Paquette/Flickr)

Bagi para pencinta tumbuhan pasti tidak asing dengan bonsai. Bonsai terkenal dengan mahal dan cara perawatannya yang cukup terbilang susah. Karena salah langkah bisa membuat tumbuhan itu layu dan berujung mati. Bonsai (盆栽) adalah tumbuhan ataupun pohon yang dibentuk kecil dan ditanam dalam pot yang kecil atau dangkal. Orang Jepang menganggap bonsai adalah seni tradisional perawatan terhadap tumbuhan dalam pot dangkal. Dengan tujuan untuk menikmati keindahan bentuk tumbuhan itu sendiri beserta pot dangkalnya yang memberikan kesan cantik.

Bonsai Japanese Black Pine (sc: Jeffrey/Flickr)

Seni tradisional ini memakan waktu yang panjang dan proses yang harus telaten kalau orang Jawa ngomongnya. Kita harus secara teliti dan benar-benar rajin agar mendapatkan hasil yang memuaskan dan mendapatkan bentuk bonsai yang ideal bagi pembuatnya. Maka dari itu bonsai merupakan tanaman yang cukup mahal. Kita harus rajin memberi pupuk, memangkas daun ataupun batang yang menjalar terlalu panjang, membentuk batangnya agar terlihat cantik, menyiramnya secara teratur, dan sering mengganti tanah agar tumbuhan mendapatkan nutrisi yang cukup.


Baca Juga: Daisugi, Teknik Penanaman Pohon Yang Kreatif Berasal Dari Jepang


Seperti yang kita tau bahwa tumbuhan merupakan makhluk hidup yang terus tumbuh, sampai-sampai ada yang mengatakan tidak ada bonsai yang bisa dikatakan selesai. Tetapi justru itulah daya tarik bonsai.

(sc: DC Gardens/Flickr)

Baca Juga: Ikebana, Seni Merangkai Bunga Dari Negara Jepang


Menurut sejarah, seni bonsai ini berasal dari negeri China tepatnya muncul pada Dinasi Han sekitar 206SM- 220 Masehi. Awal mulanya adalah para tabib atau “dokter” pada zaman itu saling mengirimkan tanaman obat yang berada dalam pot kecil. Kreativitas para tabib itupun bangkit dan akhirnya membuat tanaman hias yang berada dalam pot kecil. Bonsai pertama kali menyebar di Jepang pada zaman Kamakura (1185-1333). Kemudian pada era Tokugawa, seni bonsai ini mulai dianggap penting. Selain itu para penduduk kelas atas menyukai seni bonsai dan menganggapnya sebagai hobi. Tetapi pada saat itu orang Jepang masih menyebutnya dengan sebutan Hachi no Ki (tanaman dalam pot). Pada akhir abad ke-19an barulah mereka menyebutnya dengan bonsai.

(by: Dewa Arya - Tsubomi House TLC)

Check our Instagram

Jangan Lewatkan Penawaran Menarik Dari Kami.

Berlangganan Newsletter Sekarang Juga.

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
© 2020 by Tsubomi House

Our Office:

Jalan Graha Gunung Anyar Tambak No. 37,

Gunung Anyar Tambak, Surabaya 60294
Office: 0812-3836-4722

Courses: 0878-7583-8289

Email. tsubomihousetlc@gmail.com