Kerja di Jepang: Panduan Lengkap Ginou Jisshuusei, Tokutei Ginou, dan Gijinkoku
- Tsubomi House

- 29 Agu 2025
- 2 menit membaca
Mengapa Kerja di Jepang Menarik?
Bekerja di Jepang jadi impian banyak orang Indonesia. Gaji yang kompetitif, budaya kerja disiplin, serta peluang untuk belajar teknologi dan keterampilan membuat Jepang jadi tujuan populer. Namun, untuk bisa kerja secara legal di Jepang, kamu butuh status visa kerja yang sesuai.
Di antara berbagai jenis visa, ada tiga jalur utama yang paling sering ditempuh oleh pekerja Indonesia: Ginou Jisshuusei, Tokutei Ginou, dan Gijinkoku. Apa bedanya, syaratnya apa saja, dan bagaimana cara mendapatkannya? Yuk, kita bahas satu per satu.

Ginou Jisshuusei (技能実習生) – Technical Intern Training Program
Jalur ini paling dikenal di Indonesia sebagai program magang teknis. Tujuannya adalah transfer keterampilan dari Jepang ke negara asal, bukan sekadar mencari tenaga kerja murah.
Durasi: 3 tahun, bisa diperpanjang sampai 5 tahun.
Bidang kerja: pertanian, perikanan, manufaktur, konstruksi, hingga perawatan.
Kelebihan: bisa jadi pintu masuk untuk pengalaman pertama kerja di Jepang.
Keterbatasan: tidak bisa membawa keluarga, tidak bisa pindah perusahaan secara bebas, dan setelah program selesai peserta diharapkan kembali ke Indonesia.
Banyak peserta Ginou Jisshuusei yang setelah menyelesaikan kontrak kemudian melanjutkan ke jalur Tokutei Ginou agar bisa bekerja lebih lama dengan hak yang lebih luas.

Tokutei Ginou (特定技能) – Specified Skilled Worker
Sejak 2019, pemerintah Jepang meluncurkan jalur Tokutei Ginou untuk menutup kekurangan tenaga kerja di sektor tertentu. Status ini lebih fokus pada kerja penuh waktu dibandingkan magang.
Tokutei Ginou 1 (SSW1)
Durasi: maksimal 5 tahun.
Syarat: lulus tes bahasa Jepang (JLPT N4 atau JFT Basic A2) dan tes keterampilan industri.
Hak: bisa pindah perusahaan dalam sektor yang sama.
Keterbatasan: tidak bisa membawa keluarga.
Bidang kerja: pertanian, restoran, konstruksi, perhotelan, manufaktur, perawatan lansia, dan lainnya.
Tokutei Ginou 2 (SSW2)
Durasi: tanpa batas waktu (permanent basis).
Hak: boleh membawa keluarga, tinggal lebih lama, dan bisa jadi jalan menuju status permanen.
Syarat: umumnya hanya bisa didapat setelah beberapa tahun bekerja dengan status SSW1.
Tokutei Ginou kini jadi jalur favorit banyak pekerja Indonesia karena lebih fleksibel dibanding Ginou Jisshuusei.

Gijinkoku (技人国) – Engineer/Specialist in Humanities/International Services
Kalau Ginou Jisshuusei dan Tokutei Ginou lebih fokus ke pekerjaan teknis atau manual, jalur Gijinkoku (singkatan dari Gijutsu, Jinbun Chishiki, Kokusai Gyōmu) ditujukan untuk tenaga kerja profesional.
Bidang kerja: IT, teknik, hukum, akuntansi, marketing, desain, ekspor-impor, bahasa, dan hubungan internasional.
Syarat: biasanya minimal lulusan S1 atau pengalaman kerja profesional yang setara, kontrak kerja dengan perusahaan Jepang, serta kemampuan bahasa Jepang (tidak selalu wajib JLPT tertentu, tapi semakin tinggi levelnya semakin baik).
Durasi: 1–5 tahun, bisa diperpanjang terus menerus.
Kelebihan: tidak ada batasan sektor pekerjaan seperti Ginou Jisshuusei atau Tokutei Ginou, cocok untuk membangun karier jangka panjang di Jepang.
Bagi profesional muda, visa Gijinkoku sering dianggap sebagai “golden ticket” untuk memulai karier internasional.

Setiap jalur kerja di Jepang punya karakteristik, syarat, dan peluang yang berbeda. Ginou Jisshuusei cocok untuk pemula, Tokutei Ginou untuk yang ingin lebih lama bekerja di sektor teknis, dan Gijinkoku untuk profesional dengan kualifikasi tinggi.
Kalau kamu ingin menyiapkan diri lebih matang, baik dari segi bahasa Jepang maupun informasi jalur kerja, Tsubomi House TLC hadir dengan kursus bahasa Jepang yang lengkap, mulai dari pemula hingga persiapan tes JLPT/JFT. Dan melalui Tsubomi Link, kami juga membantu konsultasi dan job-matching agar perjalananmu menuju Jepang lebih mudah dan terarah. 🌸


Komentar