Masyarakat Jepang dan Waktu


Tidak ada alasan yang mendukung orang Jepang terlambat. Mengapa begitu? Selama beberapa tahun tinggal bertetanggaan dengan Doraemon, menemukan subway yang terlambat semenit dua menit, hampir tak dijumpai. Tetapi, terlambat sampai 20-30 menit itu beberapa kali terjadi. Salah satunya karena adanya peristiwa bunuh diri yang motifnya menabrakkan kereta yang akan lewat, atau cuaca buruk badai hujan lebat.

Seperti yang dikatakan oleh Edward Hall seorang ahli Antropologi berkebangsaan Amerika, orang Jepang termasuk dalam kategori Monocronic Time (M-Time). Kebalikannya, jika mengacu pada ciri-ciri Polycronic Time (P-Time), maka orang Indonesia masuk dalam kategori ini. Orang-orang dalam kategori P-Time, bisa mengerjakan lebih dari satu kegiatan dalam satu waktu. Dan lebih mementingkan hubungan kemanusiaannya. Sedangkan orang Jepang yang termasuk dalam kategori M-Time, biasa mengerjakan kegiatan tunggal dalam satu waktu, dikerjakan dengan runtut sesuai tahapan, dengan begitu hasilnya sangat berkualitas tinggi.