Mengenal Sisi Lain dari Kiswah


Ka'bah, Masjidil Haram, Mekkah

Bagi ummat Islam, Mekkah adalah tempat destinasi spiritual dan tempat yang disucikan untuk beribadah terhadap Tuhan semesta alam. Baik menjalankan ibadah Umroh ataupun Ibadah Haji. Nah, dua ibadah ini dalam islam termasuk rukun Islam yang kelima, yang wajib dilaksakan bagi orang-orang yang mampu saja, karena tidak adanya paksaan dalam islam ketika seorang hambanya tidak kuasa dalam menjalankan suatu per-ibadahtan. Namun yang menarik disini, ada satu sisi yang bisa kita ambil dan dibuat pembahasan pada kali ini yaitu Kiswah.


Kiswah yaitu berasal dari bahasa Arab yang berarti “terselubung” atau dalam makna konteksnya yaitu kain yang menutupi batu ka’bah dan bertuliskan ayat-ayat suci Al-Qur’an serta do’a-do’a terhadap Allah SWT. Jika dilihat dari kejauhan mungkin kita tidak bisa melihat apa keistimewaan dari kain tersebut, dan bukankah itu sekedar kain penutup biasa. Nah, untuk kalian yang belum tau ataupun belum pernah melihat secara langsung, mari kita simak ulasan ringkas dibawah ini tentang sisi lain dari Kiswah itu sendiri.


Baca juga: Mengenal Kurma Ajwa

Kiswah pada zaman dahulu

Pertama, jika dilihat dari historisnya, dari zaman dulu, kebiasaan untuk mengganti Kiswah ini sudah ada dan salah satu pengrajinnya yaitu ad-Dibaj Natilah binti Hibban yaitu ibu dari Abbas bin Abdul Muthallib. Dan pada masa Sayyidina Umar R.A ketika mengganti kain Kiswah tersbut, maka kain yang lama beliau potong-potong lalu di bagikan ke Jemaah Haji sebagai penutup dari panasnya suhu Mekkah pada saat itu. Pada tahun 1931 tepatnya pada pemerintahan raja Abdul Aziz, tradisi penggantian Kiswah ini dilakukan setiap tahunnya, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah dimana kaum muslimin sedunia akan melaksana ibadah haji.


Kedua, kain ini memiliki luas 658 m2 dan terbuat dari kain sutera asli seberat 670 kg. jahitannya terdiri dari benang emas seberat 15kg. kain ini terbagi menjadi 47 bagian kain dan masing-masing memiliki panjang 14m dan lebar 101m. Kiswah dipasang ke ka’bah lalu direkatkan ketanah menggunakan cincin tembaga, jahitan ayat-ayat Al-Qur’an yang biasanya dirancang manual dengan tangan sekarang sudah menggunakan alat bantu komputer agar mempercepat proses pembuatanya.


Ketiga, biaya pembuatanya sangantlah fantastis, para pengelola Ka’bah tidak tanggung-tanggung dalam menghabiskan biaya pembuatan Kiswah ini, yaitu sekitar 22 juta Riyal Arab Saudi atau setara dengan 76 Miliyar Rupiah. Hal ini tentu bukanlah hal yang mengagetkan karena berdasarkan bahan yang di gunakan seperti Emas, Sutera Asli dan tembaga asli.


Proses pembuatan kiswah

Baca juga: Ternyata di Timur Tengah Tidak Ada Nasi Kebuli Lho...


Keempat, kerajaan Arab Saudi sejak dipimpin Raja Abdul Aziz membuatkan pabrik khusus pembuatan Kiswah ini di daerah Ajyad di Mekkah yang berdiri pada tahun 1931 M. Ada sekitar 285 karyawan setiap harinya dalam pembuatan Kiswah ini dan sekarang sudah dilengkapi dengan alat komputer agar mempercepat dalam proses pembuatannya.


Itulah sedikit cerita kemewahan Kiswah yang perlu kita ketahui, salah satu benda penting yang sejak dulu melindungi Ka’bah sekaligus tempat suci kaum muslimin, gimana kalian tertarik melihatnya ? atau sudah pernah melihat langsung ?, semoga bagi yang belum kesana mendapat kesempatan Amin.

(by: Latief - Tsubomi House TLC)

0 tampilan

Check our Instagram

Jangan Lewatkan Penawaran Menarik Dari Kami.

Berlangganan Newsletter Sekarang Juga.

Tsubomi House TLC Logo
  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
© 2020 by Tsubomi House

Office:

Jl. Wisma Tirta Agung Asri II / 108,

Gunung Anyar Tambak, Surabaya 60294
Telephone/WA: 0812-3836-4722

Email. tsubomihousetlc@gmail.com